Sabtu, 18 Agustus 2012

Familly

            Malam guys hari ini saya akan berbagi tentang "KELUARGA". Apa sih keluarga? Menurut Wilkipedia, Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan. Saya yakin dan percaya banyak orang yang telah mengerti makna dari keluarga ini. Tapi saya yakin ada hal yang kita lupakan, yaitu di dalam keluarga ada rasa SALING KETERGANTUNGAN, Ketergantungan disini bukan hanya dari segi materi, tetapi lebih ke sisi batiniah. Maksud saya adalah keluarga itu adalah tempat kita berbagi kasih sayang, berbagi perhatian, dan berbagi cerita. Dewasa ini banyak orang yang tidak paham tentang ini, termasuk saya mungkin. Banyak orang yang mengenyampingkan keluarga demi teman, pacar, gebetan, dll. Mereka menganggap komunitas di luar sana dapat memberikan kenyamanan yang lebih daripada apa yang mereka dapatkan di komunitas yang bernama keluarga. Tapi apakah komunitas ini akan memberikan kasih sayang, perhatian, atau cinta ketika kita mengalami suatu masalah hidup. Saya yakin tidak karena saya pernah mengalaminya. Sebaik apapun dan sejenius apapun teman atau pacar kita, dia punya keterbatasan dan keegoisan untuk mengasihi kita secara tulus. Banyak dari teman atau pacar atau bahkan pasangan hidup kita yang hanya peduli pada saat senangnya aja tapi pada saat kita susah mereka meninggalkan kita.
            Mungkin banyak orang yang berkata," saya gak punya orangtua dan keluarga yang sebaik yang kalian punya". Banyak orang yang mempunyai kepahitan dengan keluarganya. Mereka merasa rumah itu bagaikan neraka dan mereka gak tahan berada di dalamnya. Hal ini mungkin karena orangtua yang hampir setiap hari bertengkar, orangtua yang terlalu mengekang, masalah ekonomi, dll. Saya pernah dan sedang menjalani kehidupan seperti ini. Oke saya akan coba sharing tentang kisah hidup saya. Bapak saya adalah tipe orangtua yang mungkin sangat cuek sama anak satu-satunya ini. Dia jarang pernah memperhatikan saya, gak pernah mencukupi kebutuhan materi saya, dll. Dulunya saya sering mengeluh, saya merasa bahwa punya bapak dengan tidak yah sama saja toh dia juga gak peduli dan dia juga tidak memperhatikan saya. Saya merasa benci dengan keadaan saya ini. Saya sering menangis sendiri di kamar kalo merasa kesepian dan butuh perhatian dari yang namanya orangtua karena kebetulan ibu kandung saya juga telah meninggal ketika saya masih bayi dan saya dirawat oleh opung saya dari kecil.
            Yang saya ingat tentang bapak saya ialah dia pernah dipenjara karena mengkonsumsi narkoba dan saya pernah melihat opung boru membakar pil ekstasi punya bapak di rumah ketika saya masih kecil. Yahh tahun demi tahun sih saya merasa kecewa akan bapak sampai saya males untuk peduli akan hal itu, Sampai pada tahun lalu, Tuhan menjamah saya. Saya diajarkan untuk mau peduli sama hubungan kami yang tidak berjalan semestinya. Saya melihat bahwa selama ini Tuhan membagi kasih sayangnya kepada saya lewat KELUARGA, yaitu lewat Opung boru, opung doli, sepupu, nangboru, paktua, dll. Dan hebatnya saya dapat tumbuh menjadi anak yang hidup di dalam Tuhan, lumayan berprestasi di sekolah, dan saya bahagia menjalani hidup. Woooww saya merasa tajub akan hal itu. Yahh awalnya sih sangat susah untuk bersyukur, saya mulai dengan mengirim sms sama bapak bahwa saya mengasihi dia. Gak tau sih apa yang menggerakkan hal itu, tapi jujur saya mengetik huruf demi huruf sambil nangis dan hal itu mendamaikan hati saya sih sampe sekarang. Kalo saya pulang ke Medan, akhirnya kami pernah bicara berdua dan itu luar biasa bahagia banged rasanya, Melebihi bicara sama perempuan cantik kayaknya. Yah walaupun belum terlalu akrab, tapi yahh mulai ada progress dalam hubungan kami
            Dalam Efesus 6:1-3 berkata demikian,"Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. “Hormatilah ayahmu dan ibumu,supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi”. (Efesus 6:1-3). Ayat inilah yang harusnya menjadi pegangan kita semua. Heiiii pada saat keluargamu kacau, kau harus bisa menjadi pelita dalam kekacauan itu. Minimal kita bisa buat prestasi yang bisa membanggakan keluarga kita. Selalu bersyukur karena ketika Tuhan memberikanmu keluarga dalam kondisi apapun itu, Dia telah memberikanmu harta yang peling terindah yang gak bisa ditukar dengan apapun. Nah tergantung kondisi hatimu sendiri, mau bersyukur atau mau mengeluh. Saya umpamakan sih keluarga itu seperti adonan tepung dan kita itu adalah keju. Ketika keju dengan adonan tepung bersatu, dia akan menjadi martabak keju yang lezat dan bernilai jual tinggi. Tetapi ketika keju dan adonan tepung gak mau bersatu karena mereka merasa bahwa mereka tidak saling tergantung satu sama lain, yah tidak akan ada martabak keju yang lezat dan bisa dijual. Yang ada hanyalah adonan yang tidak berguna dan keju yang habis digerogoti sama tikus.
  

Senin, 13 Agustus 2012

Malam

Buat sebagian orang malam adalah lambang kegelapan
Datang sesuka hatimu dan pergi sesuka hatimu
Menyerang setiap orang dengan ketakutan
Hei kenapa kau menghalangi sinarku,celoteh matahari
Hei jangan ganggu aku untuk memandangi bumi, celoteh sang langit
Buat sebagian orang lagi malam adalah lambang kedamaian
Desahan angin yang lembut mendamaikan seluruh keresahan hati
Malam rupamu begitu me
nawan, celoteh sang bulan
Dengan sinarnya yang redup bulan terus memandang keindahan malam
Hei dia tersipu malu !!!!!!!
Semakin bulan mendekat, dia akan semakin menunjukkan kegelapannya
Kegelapan yang menjaga setiap makhluk hidup dari tidurnya
Itulah malam, sesosok wujud indah yang menghiasi langit

Sabtu, 23 Juni 2012

Untitled

KEHIDUPAN adalah suatu proses BELAJAR
Proses yang terus bergulir dari waktu ke waktu
Di dalam kehidupan kita akan menemui adanya penghalang yang namanya HAMBATAN
Hambatan ini akan terus berupaya untuk menghentikan kita menuju jalan yang namanya KESUKSESAN
Pribadi yang bernama KESUKSESAN ini sangatlah angkuh
Dia tidak mau ditaklukkan dengan cara yang mudah
Agar dapat merebut hati si kesuksesan ini kita perlu adanya PERJUANGAN
Perjuangan ini layaknya suatu ksatria tangguh yang mampu mengalahkan semua musuhnya
Dengan pedang yang bernama KEPINTARAN ksatria ini menjatuhkan semua musuhnya
Tapi heiiii lihat ksatria tersebut kelelahan !!!!!!
Perlahan-lahan dia mulai dirobohkan sama sesuatu kekuatan yang bernama MASALAH
Ksatria ini tampak lemah, dan dia tidak mampu mencari jalan keluar !!!!!!!!!
Sesaat sebelum ksatria ini akan meyerah, datanglah sebuah cahaya yang sangat putih
Cahaya ini mulai menyelimuti badan ksatria tersebut
Dan hei lihat ksatria ini mampu bangkit dan mengalahkan musuhnya !!!!!!!!
Sejak saat itu cahaya ini dengan setia terus mengikuti kemana prajurit gagah tersebut melangkah
Dan cahaya tersebut bernama HARAPAN

Selasa, 22 Mei 2012

How to Make Your Own Business (1)

Hei Guys pada tulisan saya kali ini saya akan berbagi tips tentang "Bagaimana Cara Memulai dan Mengelola Bisnis yang Baik dan Benar". Yah saya menulis ini berdasarkan pengalaman saya, berbagai buku dan artikel yang saya baca, dan pendapat dari orang lain. Saya akan membagi tulisan saya ini dalam beberapa bagian. Dalam bagian pertama ini saya akan memfokuskan tulisan ini terhadap "Dampak Positif dan Alasan Orang Enggan untuk Berbisnis".

Dewasa ini kita dituntut untuk menjadi seorang pengusaha, tapi kebanyakan dari kita menolak untuk menjadi pengusaha karena berbagai hal,yaitu :
1. High Risk 
Banyak orang berpendapat menjadi pengusaha itu sangat berisiko. Usaha kita dapat saja bangkrut secara tiba-tiba dan mungkin saja kita akan terseret dalam kewajiban untuk membayar liabilitas yang timbul dari bisnis kita tersebut 
2. Siklus pendapatan yang tidak dapat ditebak 
Yang dimaksud dengan pernyataan diatas adalah bisnis itu sangat unpredictable (gak bisa ditebak), kadang bisa menghasilkan laba yang sangat besar, tapi kadang justru kerugian yang didapat dan secara langsung itu berakibat pada kelangsungan hidup seseorang
 3. Modal yang besar = bisnis yang hebat 
Banyak orang yang salah persepsi tentang bisnis. Mereka selalu berpikir bahwa bisnis yang baik itu pasti membutuhkan modal yang sangat besar, tetapi justru kebanyakan bisnis yang sukses lebih memfokuskan diri kepada kinerja pelayanan yang baik daripada penyediaan modal yang banyak
4. Kemauan dan action yang kurang 
Banyak orang yang punya berbagai ratus rencana dan angan-angan untuk berbisnis, tetapi actionnya dan kemauannya kurang. Dapat sedikit tantangan, mereka sudah mundur. Orang seperti ini hanya bisa menuliskan tinta perencanaan di atas kertas, tetapi gak bisa menggoreskan tinta itu dalam kehidupan nyata
 5. Underestimate terhadap Diri Sendiri 
Okeyyy hal diatas sering terjadi sama kita. Ketika kita memulai bisnis, sering kali kita berpikir apakah bisnis ini akan berhasil,apakah aku punya kemampuan,bisnis dia kayaknya akan menenggalamkan bisnisku,saya tidak akan bisa mengelola bisnis ini dengan baik. Hal-hal inilah yang tanpa kita sadari dapat mempersempit kapasitas diri kita. Ibaratnya perang, kita akan kalah sebelum berperang kalo seperti ini
 6. Sudah berada pada comfort zone 
Hal seperti ini banyak terjadi pada kita teman-teman. Ketika kita telah menjadi pegawai dari suatu perusahaan, kita sering kali tidak punya motivasi untuk berwirausaha. Mindset kita langsung terbentuk bahwa pekerjaan kita sebagai pegawai akan menafkahi kita seumur hidup. Yah dengan gaji sekitar 2-7 juta kita sudah senang dan puas padahal seharusnya kita layak untuk mendapatkan lebih dari itu. Ingat guys sistem daripada setiap perusahaan yang ada hanya berfokus pada keuntungan pemiliknya atau pemegang saham. Karyawan itu hanya sebagai tools (alat) yang apabila tidak dapat berfungsi dengan baik dapat dibuang seketika itu juga.
Okeee guyss apakah kita menghindari untuk menjadi wirausaha karena faktor-faktor diatas???....Pertanyaan ini bisa kita jawab sendiri yahhh guys... Oke sekarang saya akan berbicara tentang keuntungan berbisnis agar para pembaca dapat terbuka pikirannya tentang kauntungan menjadi wirausaha ini
 1. Kebebasan Finansial
Menjadi seorang pengusaha dapat memberikan kita kebebasan finansial. Bisnis yang baik akan menghasilkan keuntungan layaknya keran air yang terus mengucur. Kita bisa lihat bisnis sepert kebab baba rafi, keripik pedam maichi, indomart,dll yang dapat memberikan keuntungan yang luar biasa bagi para pemiliknya. Saya gak pernah melihat ada karyawan yang dapat masuk ke dalam majalah forbes sebagai orang terkaya. Saya juga jarang melihat di infotainment ada karyawan yang berhasil menikahi seorang selebritas papan atas baik itu di Indonesia ataupun negara lain
2, Waktu kerja yang fleksibel
 Karyawan identik dengan sistem kerja rodi. Intensitas waktu bekerja berbanding lurus dengan pendapatan yang akan diterima. Hal ini berbeda apabila kita menjadi pengusaha. Kita dapat lebih bebas mengatur jam kerja kita sendiri tanpa berdampak pada menurunnya penghasilan. Dengan menjadi pengusaha, kita juga akan mempunyai waktu lebih banyak untuk dihabiskan dengan keluarga dan dapat lebih menikmati hidup
 3. Menjadi babu/pembantu dari diri sendiri 
Banyak karyawan yang dipaksa oleh bosnya untuk melakukan berbagai hal dan si karyawan yang lugu dengan terpaksa melakukannya karena takut dipecat. Hei guys kita disekolahkan tinggi dengan biaya yang mahal bukan untuk menjadi seorang pembantu buat orang lain. Banyak orang bekerja keras tapi penghasilannya segitu-segitu aja seumur hidup. Kapan kita bisa bisa merasakan indahnya hidup ini kalo cara kerja kita seperti itu. Apabila kita jadi pengusaha, kita akan lebih banyak berekspresi dan berkretivitas. Bis kita yah diri kita sendiri. Apapun kebijakan kita dapat terealisasi di perusahaan tersebut dan kita pun gak harus bekerja secara terpaksa. Yah dengan menjadi pengusaha, kita akan lebih menikmati pekerjaan kita
 4. Bermanfaat buat orang lain
Dengan menjadi pengusaha,kita akan dapat membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain. Tersedianya lapangan pekerjaan ini akan berdampak pada meningkatnya kualitas hidup orang banyak dan dampak tidak langsungnya adalah tercipta stabilitas perekonomian,keamanan, dan politik negara Okehh guyss mungkin inilah yang dapat saya bagikan buat teman-teman. 

Dalam hidup ini berlaku hukum High Risk High Return. Buanglah jauh-jauh pikiran kuno yang selama ini menjadi kebiasaan (habit) orang Indonesia yaitu sekolahlah tinggi-tinggi biar mendapatkan pekerjaan yang layak.Hei guys seharusnya ilmu yang kita peroleh dapat kita gunakan untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Jangan punya mental sebagai pembantu karena anda lebih dari itu.
Jangan takut gagal karena pengusaha sukses itu adalah orang yang pernah gagal, tetapi bangkit lagi berdasarkan visi yang ada pada dirinya
Akhir kata saya mengucapkan maaf sebesar-besarnya apabila ada kata-kata yang kurang berkenan di hati pembaca.
Hidup wirausaha muda !!!! Jaya Indonesiaku ^^

Sabtu, 07 Januari 2012

Trip to Malang (Part 1)

Kisah ini dimulai pada tanggal 26 Desember 2011. Bersama teman saya Chiltry Hutahean dan Rizky luthfiansyah, kami berencana untuk berlibur ke kota Malang. Mulanya kami merencanakan untuk naik kereta api dari Stasiun Senen tepi unfortunately tiket kereta api udah habis...Hasrat berlibur kami yang menggebu-gebu pun membuat kami berpikir lebih keras untuk mencari sarana transportasi yang lain. Setelah melalui diskusi yang panjang kami pun memutuskan untuk langsung pergi ke terminal Lebak bulus untuk mencari bus...ehmm maybe ini tindakan gambling ,tapi bus merupakan alternatif terakhir kami..Setibanya di terminal Lebak Bulus, para calo tiket langsung mengerumuni kami bakSemut yang Ngiler Liat Gula Nganggur

Berjuta-juta gombalan cadas mulai dilontarkan kepada kami. Dan sialnya kami pun terpedaya oleh manisnya gombal sang calo...
Kami Seperti Perawan di Sarang Penyamun

Abang-abang calo pun dengan anggunnya mengiring kami ke suatu loket. Jreng Jreng dan bus yang beruntung itu adalah bus yang bernama "Harta Sanjaya"....Proses transaksi pun berjalan dengan alot dengan diakhiri keluarnya uang sejumlah 285.000/orang. Jumlah ini terbilang cukup mahal dibanding bus-bus lain..Setelah proses transaksi selesai,kami pun dengan penuh harapan langsung menuju ke ruang tunggu...ehmmm sebenarnya seh gak layak disebut ruang tunggu, tapi lebih layak disebut pasar pagi

Menit demi menit berlalu jam demi jam pun perlahan pergi meninggalkan kami, bus yang diharapkan pun tidak kunjung menampakkan muka....Kami berulang kali pergi ke loket yang tadi menanyakan waktu pasti keberangkatan, tapi pihak loket hanya menjawab sabar yah mas, bentar lagi juga berangkat nunggu penuh nih.....Seketika itu juga kami pun kembali ke ruang tunggu dengan lunglai...sepanjang penantian itu keluhan-keluhan,cacian, dan makian bergantian keluar dari mulut kami...Hati kami pun semakin panas ketika melihat sepasang muda mudi sedang asyik berpelukan di tempat yang begitu ramai, Sang cowo meraba-raba tangan dan pinggul si cewe sementara si cewe terkesan tidak memberikan perlawanan yang berarti....Si Chiltry pun seperti tidak terima dengan pemandangan tersebut, dia mencoba untuk mencari angle/sudut yang tepat untuk membidik moment langka tersebut

Waktu yang ditunggu pun tiba,tiba datang sesosok malaikat yang bernama "Supir bus Harta Sanjaya" datang menghampiri kami....Di bayangan kami bus tersebut bus mewah dengan toilet dalam layaknya kereta kerajaan sriwijaya....
Setelah kami naik ke dalam bus tersebut, sehentak harapan pun sirna
Mata kami menjumpai sebuah bus tanpa nama, tidak ada toilet, dan para penumpang yang bersesakan...Seketika itu terbesit pertanyaan kecil di hati,"Apakah kami akan sampai dengan selamat" hahahhaa

Minggu, 09 Oktober 2011

Integritas Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS)

Dalam tulisan kali ini saya akan membahas tentang “Integritas seorang Pegawai Negeri Sipil”. Sebelum saya membahasnya secara lebih dalam, saya akan coba untuk memaparkan beberapa pengertian dari integritas

Integritas adalah mutu, sifat, atau keadaan yg menunjukkan kesatuan yg utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yg memancarkan kewibawaan dan kejujuran

Integritas adalah bertindak konsisten sesuai dengan kebijaka, kode etik, &peraturan. Memiliki pemahaman dan keinginan untuk menyesuaikan diri dengan kebijakan dan etika tersebut, dan bertindak secara konsisten walaupun sulit untuk melakukannya

Integritas adalah sebuah konsep konsistensi tindakan, nilai-nilai, metode, langkah-langkah, prinsip, harapan, dan hasil

Dari beberapa pengertian diatas kita sudah dapat menyimpulkan apa itu integritas. Menurut pengertian saya sendiri, integritas adalah suatu pola pikir dan karakter yang sesuai dengan norma dan peraturan yang berlaku yang dihasilkan melalui proses yang panjang. Integritas itu merupakan karakter yang baik yang dihasilkan dari proses yang panjang mulai dari kita kecil,sekolah,kuliah, dan akan terbawa sampai ke dunia pekerjaan. Integritas ini harus selalu diasah. Menurut pandangan saya, integritas itu berkaitan erat dengan kesederhanaan. Orang yang berintegritas itu selalu mensyukuri apa yang dia punya dan berusaha untuk melakukan yang terbaik untuk menjaga apa yang dia punya. Integritas ini berbeda terbalik dengan keserakahan. Integritas tidak bisa berjalan bergandengan dengan keserakahan. Apabila seseorang lebih memilih keserakahan, integritas pun akan hilang dengan sendirinya. Hal ini juga berlaku sebaliknya

Nah setelah saya membahas tentang integritas, saya akan memaparkan beberapa pengertian tentang pegawai negeri


Pegawai Negeri adalah warga negara RI yang telah memenuhi syarat yang ditentukan, diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri, atau diserahi tugas negara lainnya, dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku (pasal 1 ayat 1 UU 43/1999

Pegawai Negeri adalah unsur aparatur negara, abdi negara dan abdi masyarakat yang dengan kesetiaan dan ketaatan kepada Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945, negara dan pemerintah, menyelenggarakan tugas pemerintahan dan pembangunan (Undang-Undang Pokok Kepegawaian No. 43 Tahun 1999)

Pasal 2 Undans-Undang Republik Indonesia No. 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian, yang menjelaskan pegawai negeri terdiri dari
1. Pegawai Negeri Sipil (PNS)
2. Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI)
3. Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia

Pegawai negeri sipil terdiri dari :
1. Pegawai Negeri Sipil Pusat
2. Pegawai Negeri Sipil Daerah
3. Pegawai Negeri Sipil Lain yang Ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah

Dalam tulisan saya ini, saya hanya akan memfokuskan tentang Integritas Pegawai Negara Sipil (PNS). Saya memilih topik ini karena dewasa ini pegawai negeri sipil kita kebanyakan tidak menjunjung tinggi integritas yang sama seperti yang dimiliki ketika mereka masih berada di bangku kuliah. Kebanyakan dari mereka tidak lagi menjadi abdi negara yang berintegritas kepada negaranya, tetapi lebih fokus dengan upaya untuk memperkaya diri sendiri. Saya tidak katakan semua karena masih ada beberapa yang masih berintegritas untuk memperbaiki kondisi negara ini. Kebanyakan integritas ini telah pudar oleh banyaknya rupiah yang bertebaran yang bisa diraih dalam waktu yang singkat dan dengan cara yang kotor. Dewasa ini kita dikejutkan oleh berita tentang Gayus Halomoan Tambunan, seorang pemeriksa pajak yang melakukan korupsi hingga milyaran rupiah. Dia rela mengorbankan integritasnya sebagai pegawai negara sipil yang bersih dengan uang milyaran rupiah yang bisa menguba hidupnya dalam waktu seketika. Saya yakin dulunya seorang Gayus tidak punya cita-cita untuk menjadi seorang koruptor. Saya juga yakin ketika masih kuliah dia punya cita-cita untuk menjadi pegawai negeri sipil yang berintegritas, tetapi seiring berjalan waktu integrtitas itu pun hilang ditelan kenikmatan dunia


Saya miris ketika melihat masih ada banyak anak bangsa yang menderita busung lapar, kaki gajah, kurang gizi, dan kelaparan. Saya terpana melihat seorang yang mengaku sebagai abdi negara, tetapi memperkaya diri dengan rupiah-rupiah dari rakyat kecil. Negara kita adalah negara kaya dengan sumber daya yang melimpah. Kita punya kebun coklat yang luas, kandungan gas bumi yang melimpah, emas yang melimpah ruah, kekayaan budaya yang beraneka ragam, sumber daya manusia yang banyak, & keindahan alam yang luar biasa, tetapi hampir mayoritas masyarakat kita berpenghasilan menengah ke bawah. Yang menjadi pertanyaan saya selama ini, Apakah pemerintah kurang peka terhadap masalah ini?. Saya yakin pemerintah diisi oleh mereka yang kompeten di bidangnya masing-masing, tetapi kebanyakan dari mereka lebih mengandalkan pikiran daripada hati. Sebagian dari mereka hampir kehilangan integritas yang mereka miliki ketika mereka belum mengenal harta dan kekuasaan.

Pegawai negeri sipil merupakan organ dari jalannya suatu pemerintahan. Ketika di dalam organ tersebut ada penyakit kronis maka keseluruhan pemerintahan akan terganggu. Intinya peran pegawai negeri sipil itu sangat vital dalam suatu negara. Apabila PNS ini bekerja dengan penuh integritas, saya yakin negara ini akan bangkit. Apabila PNS ini mengutamakan kepentingan bangsa diatas kepentingan pribadi, saya yakin negara ini akan menjadi salah satu negara yang diperhitungkan. Negara ini penuh orang pintar, tetapi hanya sedikit yang punya integritas.
Saya sangat terkejut ketika mendengar informasi dari seseorang teman bahwa untuk bisa masuk menjadi pegawai Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) dibutuhkan uang sampai ratusan juta. Pegawai neger sipil yang masuk dengan cara bayar seperti ini pastinya lebih berfokus untuk mengembalikan modal yang telah dikeluarkannya dengan waktu yang sesingkat-singkatnya. Pegawai dengan tipe seperti ini kebanyakan tidak peduli dengan apa yang bisa dilakukannya buat negara,tetapi hanya berfokus bagaimana caranya bisa menjadi cepat kaya. Kasus-kasus seperti inilah yang dewasa ini sering terjadi. Bahkan hal yang seperti ini sudah umum terjadi di masyarakat

Sebagai pegawai negeri sipil hendaknya kita berintegritas. Kita telah mendapat gaji dari masyarakat hendaknya kita juga harus memberi kinerja yang terbaik buat mereka. Tiap-tiap rupiah yang kita dapat merupakan amanah dari rakyat yang harus dijaga. Banyak rakyat miskin yang sudah merelakan hasil jerih payahnya untuk menggaji kita. Pegawai negeri sipil harus benar-benar bisa menjadi abdi negara, yang setia mengabdi kepada bangsa dan negara dalam segala kondisi. Kita sebagai PNS harus benar –benar menjadi pembantu,yang melayani rakyat dengan tulus tanpa pamrih. Jangan jadikan Pegawai Negeri Sipil itu sebagai pekerjaan yang dapat memperkaya kita dengan sekejap karena
jutaan nasib rakyat ditentukan oleh integritas kita sebagai Pegawai Negeri Sipil yang baik

Selasa, 04 Oktober 2011

Perbedaan Auditing PDE dengan Auditing konvensional

Sebenarnya tidak ada perbedaan yang terlalu signifikan di antara audit PDE dengan audit konvensional. Dari segi pengertian, konsep, auditor, tujuan dan manfaat kedua jenis audit audit tidak jauh berbeda bahkan hampir terkesan sama. Berikut ini adalah definisi audit dari beberapa sumber:
Auditing adalah suatu proses sistematik yang bertujuan untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti yang dikumpulkan atas pernyataan atau asersi tentang aksi-aksi ekonomi dan kejadian-kejadian dan melihat bagaimana tingkat hubungan antara pernyataan atau asersi dengan kenyataan dan menkomunikasikan hasilnya kepada yamg berkepentingan. (PSAK - Tim Sukses UKT Akuntansi 2006)
Auditing adalah pengumpulan dan penilaian bukti mengenai informasi untuk menentukan dan melaporkan mengenai tingkatan kesesuaian antara infomasi tersebut dengan ketentuan yang ditetapkan serta dilakukan oleh orang yang berkompeten dan independen. (Arens dan Loebbecke)
Auditing adalah proses yang sistematis mengenai perolehan dan penilaian bukti secara obyektif yang berkenaan dengan pernyataan mengenai tindakan – tindakan dan kejadian – kejadian ekonomi dengan tujuan untuk menentukan tingkat kesesuaian antara pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan serta untuk mengkomunikasikan hasil – hasilnya kepada pihak – pihak yang berkepentingan. (American Accounting Association)
Auditing adalah suatu proses sistematik yang bertujuan untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti yang dikumpulkan atas pernyataan atau asersi tentang aksi-aksi ekonomi dan kejadian-kejadian dan melihat bagaimana tingkat hubungan antara pernyataan atau asersi dengan kenyataan dan menkomunikasikan hasilnya kepada yamg berkepentingan. (PSAK - Tim Sukses UKT Akuntansi 2006)
Pengertian auditing adalah suatu pemeriksaan yang dilakukan secara kritis dan sistematis, oleh pihak yang independen, terhadap laporan keuangan yang telah disusun oleh pihak manajemen beserta catatan-catatan pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya, dengan tujuan untuk dapat memberikan pedapat mengenai laporan kewajaran laporan keuangan tersebut (Sukrisno Agoes (1996:1))
Dari pengertian diatas kita dapat menarik kesimpulan mangenai pengertian auditing. Dari pengertian auditing diatas terdapat persamaan arti antara audit PDE dengan audit konvensional. Namun demikian ada sedikit perbedaan yang berlaku di antara keduanya. Weber memberikan definisi tersendiri mengenai audit PDE. Weber mengatakan bahwa Auditing PDE adalah suatu proses pengumpulan dan penilaian bukti untuk menentukan apakah suatu sistem komputer melindungi aktiva, mempertahankan integritas data, mencapai tujuan organisasi secara efektif, dan menggunakan sumber daya secara efisien. Defenisi tersebut lebih menekankan pada audit operasional yang berkaitan dengan aktivitas penggunaan komputer sebagai tool utamanya.
Secara umum Audit IT adalah suatu proses kontrol pengujian terhadap infrastruktur teknologi informasi dimana berhubungan dengan masalah audit finansial dan audit internal. Audit IT lebih dikenal dengan istilah EDP Auditing (Electronic Data Processing), biasanya digunakan untuk menguraikan dua jenis aktifitas yang berkaitan dengan komputer. Salah satu penggunaan istilah tersebut adalah untuk menjelaskan proses penelahan dan evaluasi pengendalian-pengendalian internal dalam EDP. Jenis aktivitas ini disebut sebagai auditing melalui komputer. Penggunaan istilah lainnya adalah untuk menjelaskan pemanfaatan komputer oleh auditor untuk melaksanakan beberapa pekerjaan audit yang tidak dapat dilakukan secara manual. Jenis aktivitas ini disebut audit dengan komputer
Audit IT sendiri merupakan gabungan dari berbagai macam ilmu, antara lain Traditional Audit, Manajemen Sistem Informasi, Sistem Informasi Akuntansi, Ilmu Komputer, dan Behavioral Science. Audit IT bertujuan untuk meninjau dan mengevaluasi faktor-faktor ketersediaan (availability), kerahasiaan (confidentiality), dan keutuhan (integrity) dari sistem informasi organisasi.

Ada beberapa alasan dilakukannya Audit IT :

Ron Webber, Dekan Fakultas Teknologi Informasi, monash University, dalam salah satu bukunya Information System Controls and Audit (Prentice-Hall, 2000) menyatakan beberapa alasan penting mengapa Audit IT perlu dilakukan, antara lain :

1.Kerugian akibatkehilangan data.
2.Kesalahan dalam pengambilan keputusan.
3.Resiko kebocoran data.
4.Penyalahgunaan komputer.
5.Kerugian akibat kesalahan proses perhitungan.
6.Tingginya nilai investasi perangkat keras dan perangkat lunak komputer.
CONTOH METODOLOGI AUDIT IT :
• BSI (Bundesamt für Sicherheit in der Informationstechnik)
• IT Baseline Protection Manual (IT- Grundschutzhandbuch )
• Dikembangkan oleh GISA: German Information Security Agency
• Digunakan: evaluasi konsep keamanan & manual
• Metodologi evaluasi tidak dijelaskan
• Mudah digunakan dan sangat detail sekali
• Tidak cocok untuk analisis resiko
• Representasi tdk dalam grafik yg mudah dibaca
Dari pengertian di atas dapat ditarik pemahaman tentang IT auditing:
• Ilmu yang berhubungan dengan pengumpulan fakta dan bukti pelanggaran keamanan sistem informasi serta validasinya menurut metode yang digunakan (misalnya metode sebab-akibat)
• Memerlukan keahlian dibidang IT ( termasuk diantaranya hacking) dan alat bantu (tools) baik hardware maupun software
Jadi, kesimpulannya Audit Manual dan Audit PDE adalah suatu proses penilaian dan atestasi yang sistematis oleh orang – orang yang memiliki keahlian dan independen terhadap informasi mengenai aktivitas ekonomi suatu badan usaha, dengan tujuan untuk menentukan dan melaporkan tingkat kesesuaian antara informasi tersebut dengan ketentuan yang telah ditetapkan.Perbedaan Audit Manual dengan audit PDE adalah :
1)Teknik audit
Audit PDE : Program khusus untuk penggunaan teknik audit manual (teknik audit yang menggunakan komputer sebagai tools utamanya)
Audit konvensional : Inspeksi, observasi, wawancara, konfirmasi, posedur analitis, vouching, verifikasi, rekonsiliasi, scanning, dsb.
2)Proses Audit
Audit PDE :Tidak sekuensial
Audit konvensional :Sekuensial
3)Waktu yang dibutuhkan
PDE :Lebih Cepat
Konvensional :Lebih lama
4)Audit Evidence
PDE :Lebih sulit dan rumit
Konvensional :Lebih rendah
5)Kesalahan yang berulang terus
PDE :Jejak audit mungkin hanya timbul untuk jangka waktu pendek atau dalam bentuk yang hanya bisa dibaca oleh komputer di mana program untuk masing – masing laporan keuangan adalah independen sehingga satu transaksi dapat diproses untuk beberapa tujuan secara simultan dari buku harian sampai dengan laporan keuangan.
Konvensional :Jejak audit terlihat secara fisik yang memungkinkan seseorang untuk mentrasir informasi akuntansi perusahaan yang besangkutan
6)Audit trail
PDE: Sering tidak ada pemisahan tugas tetapi tetap harus ada pengendalian alternative sehingga tidak memungkinkan orang yang sama menguasai transaksi dari awal hingga akhir tanpa campur tangan pihak lain.
Konvensional :Pemisahan tugas sebagai bentuk pengendalian wajib dilaksanakan untuk mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian
7)Pemisahan tugas
PDE :Ketergantungan pada hardware dan software memunculkan potensial loss yang tinggi karena pengelolaan input, proses, output dan penyimpanan data dalam bentuk yang standar.
Konvensional :Kemungkinan potensial loss lebih kecil karena tersedianya jejak audit di samping pengelolaan input, proses, output, dan penyimpanan data yang terpisah
Ketergantungan pada software dan hardware
8)Audit risk
PDE :lebih besar karena:
- Pengolahan transaksi yang simultan dalam PDE
- Pengolahan yang tidak logis
- Kesalahan memasukan data, baik sengaja ataupun tidak, yang jk terakumulasi akan menjadi makin besar
Konvensional :lebih kecil karena:
- Pengolahan transaksi yang beragam
- Jika terjadi kejadian yang tidak wajar maka manusia akan segera mengetahuinya.
- Kesalahan memasukan data tidak terjadi berulang-ulang
Audit risk Manfaat penilaian internal control
Untuk memperoleh keyakinan bahwa:
- Desain dan implementasi program aplikasi telah dilaksanakan sesuai dengan otorisasi dan ketentuan manajemen
- Setiap perubahan pada program aplikasi telah diotoisasi dan disetujui oleh manajemen
- Terdapat peraturan yang memadai yang menjamin akurasi dan integritas dari pemrosesan oleh computer, laporan dan hal – hal lain yang dihasilkan oleh computer

- Sumber data yang tidak akurat telah diidentifikasikan dan telah diambil tindakan oleh manajemen

- Operator dan pihak- pihak yang mempunyai akses secara online terhadap system tidak dapat mengubah masukan, keluaran, program, maupun fail yang ada tanpa otorisasi yang sah
- Terdapat peraturan yang memadai untuk melindungi fail yang ada dari akses dan otorisasi yang sah - Memenuhi standar pekerjaan lapangan
- Merencanakan sifat audit
- Menentukan banyaknya waktu audit dan luasnya prosedur audit dalam pengujian substantive.
9)Manfaat penilaian IC
PDE :
- Audit around the computer
- Audit through the computer
- Audit with the computer
Konvensional :Melakukan pemeriksaan berdasarkan bukti fisik (dokumen / bukti) yang dimiliki perusahaan dengan melakukan beberapa teknik seperti konfirmasi, wawancara prosedur analitis,dsb)
10) Cara audit
PDE :Pengumpulan bukti audit yang handal lebih sulit karena perubahan dalam pengendalian intern dan beberapa teknik audit manual tidak dapat digunakan kecuali dengan teknik audit berbantuan komputer
Konvensional :Evaluasi bukti audit lebih sulit karena harus difahami kapan pengendalian internal berfungsi dan kapan tidak Pengumpulan bukti dengan teknik: inspeksi, observasi, wawancara, konfirmasi, posedur analitis, vouching, verifikasi, rekonsiliasi, scanning, dsb.
11)Pengendalian Intern
PDE :Selain general control,audit EDP juga menekankan kepada application control
Konvensional :Lebih menekankan kepada general control
12. Bukti Audit
PDE :Keahlian tentang auditing dan akuntansi ditambah keahlian tentang computer oleh salah seorang tim auditor
Konvensional :Dilakukan oleh seseorang yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai seorang auditor
13. Keahlian auditor
PDE :Diperlukan keahlian dibidang komputer (PDE)
Konvensional :Tidak diperlukan keahlian dibidang komputer (PDE)

Sedangkan kalau ditinjau dari tahap-tahap yang ditempuh, audit PDE dan audit konvensional memiliki sedikit perbedaan. Menurut Arens, tahapan audit konvensional meliputi empat tahap sebagai berikut:
1. Merencanakan dan merancang pendekatan audit.
2. Pengujian pengendalian dan transaksi.
3. Melaksanakan prosedur analitis dan pengujian terinci atas saldo.
4. Menyelesaikan audit dan menerbitkan laporan audit.


Sedangkan menurut Anies S.M. Basalamah tahapan audit PDE terbagi menjadi 5 fase proses yang spesifik yaitu :
1. Perencanaan audit
2. Pemahaman terhadap lingkungan komputer
3. Mengevaluasi Pengendalian Intern
4. Pelaksanaan Pengujian Ketaatan dan Pengujian substantif
5. Penyelesaian audit


Ada dua catatan penting mengenai perbedaan tahap-tahap audit antara audit PDE dan audit konvensional. Kedua hal itu adalah mengenai pemahaman lingkungan komputer dan evaluasi pengendalian intern. Untuk pemahaman mengenai lingkungan komputer, hanya dikenal oleh audit PDE sedangkan untuk audit manual tahap ini tidak ditempuh. Evaluasi pengendalian intern antara audit PDE dan audit konvensional juga sedikit berbeda. Untuk audit PDE ada penekanan khusus pada application control di samping general control, hal ini tidak berlaku untuk audit konvensional.